“Para Pejabat Negara Perlu Mencontoh Sikap Jujur Agus”

December 20, 2012 by · Leave a Comment
Filed under: Nasional 

Jajaran pimpinan KPK memberikan acungan jempol kepada Agus Chaeruddin, seorang office boy dengan ikhlas melaporkan Rp 100 juta yang ditemukannya. Menurut Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, para pejabat negara perlu mencontoh sikap jujur Agus ini.

“Akhlak Agus menegaskan iman yang aktif, bukan retorika seperti umumnya pejabat dan elit politik. Kalangan pejabat perlu belajar dari Agus si OB teladan itu,” kata Busyro dalam perbincangan detikcom, Kamis (20/12/2012).

Menurut Busyro, manajemen Bank Mandiri perlu memberi apresiasi lebih kepada kejujuran Agus. “Seperti menyekolahkan dia agar bisa beralih status di atasnya sebagai promosi karena keunggulan akhlaknya,” terang mantan Wakil Ketua KY ini.

“Sebagai pimpinan KPK, saya bangga dengan kejujuran dan kehebatannya,” terang Busyro.

Agus, pengagum Khalifah Umar bin Khatab ini menemukan uang Rp 100 juta dalam 10 bundel di tempat sampah di kantornya. Saat itu, bulan Ramadan, 4 Agustus lalu, Agus tengah membersihkan kantornya di kawasan Kalimalang di Plaza Duta Permai, Jakasampurna, Bekasi.

Hari sudah sore dan pegawai sudah banyak yang pulang. Mata agus terantuk pada bundel uang di dekat tempat sampah. Dia langsung berteriak memanggil satpam. Tak lama satpam memanggil petugas bank yang sudah pulang, dan kemudian menghitungnya dan ternyata jumlahnya ada Rp 100 juta.

Uang itu milik Bank Syariah Mandiri, bukan milik nasabah. Karena keteledoran teller, uang itu tercecer. Agus bisa saja sebenarnya diam-diam mengambil uang itu, tapi itu tidak dilakukan. Dia yakin Allah Maha Melihat, dia pun memilih melaporkannya kepada pihak bank.

Gerindra Ungkap Alasan Prabowo Tak Kudeta pada 1998

December 19, 2012 by · Leave a Comment
Filed under: Politik 

Jakarta – Prabowo Subianto (61) berkelakar soal penyesalan dia tak melakukan kudeta pada 1998. Partai Gerindra pun menjelaskan kenapa Prabowo tak kudeta saat itu.

“Jadi soal menyesal tak kudeta itu hanya bercandaan saja, karena situasi 1998 beliau didorong banyak pihak untuk kudeta, kemudian beliau tidak melakukan itu. Sekarang orang-orang bilang, coba kalau waktu itu kudeta,” kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, kepada detikcom, Rabu (19/12/2012).

Muzani menuturkan, ada alasan kuat yang membuat Prabowo tak mengkudeta saat itu. Prabowo, lanjut Muzani, punya pemikiran bahwa pemerintah hasil kudeta pada akhirnya akan dikudeta juga.

“Beliau selalu berpegang teguh bahwa kalau ada kudeta maka akan ada kudeta yang lain. Sehingga sebesar apapun itu tidak dilakukan, karena itu beliau menjunjung tinggi pergantian mekanisme kepemimpinan lewat cara demokratis,” katanya.

Muzani menambahkan, Prabowo juga berpegang pada UUD 1945. Karena itu sampai saat ini Gerindra mendorong dikembalikannya UUD 1945 ke asalnya.

“Memang beliau berpegang teguh kepada UUD 1945. Nah, kesadaran itu yang menjadi panutan beliau tetap berpegang teguh kepada Sapta Marga. Dan kehendak untuk kudeta itu tidak dilakukan,” tegasnya.

Kelakar Prabowo soal kudeta mengemuka saat dia tampil di acara kuliah umum yang digelar Soegeng Sarjadi Syndicate di Hotel Four Seasons, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (18/12/2012).

Pada tahun 1998, Prabowo memegang posisi Panglima Kostrad yang membawahi ribuan prajurit TNI. “Saya Jenderal Prabowo Subianto, mantan Panglima Kostrad yang hampir kudeta, nyesel juga nggak jadi kudeta (hadirin tertawa-red). Saya takut melanggar UUD ’45,” tegas Prabowo.

Hello world!

December 17, 2012 by · 1 Comment
Filed under: Pendidikan 

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!